Rabu, 11 November 2009

X.25

X.25 adalah packet switched data network protocol yang mendefinisikan secara internasional bagaimana cara melakukan data exchange dan information control antara user device (host), disebut Data Terminal Equipment (DTE) dan network node, disebut Data Circuit Terminating Equipment (DCE). atau X.25 adalah Connection Oriented service yang memastikan paket ditransmisikan berurutan.

X.25 mengacu pada tiga layer pertama Open Systems Interconnection(OSI) dalam arsitektur 7 Later yang ditetapkan oleh International Standard Organization (ISO).

1. Physical Level adalah interface secara fisik. Sesuai dengan Physical Layer pada OSI model
2. The Link Level bertanggung jawab terhadap komunikasi antara DTE dan DCE. Sesuai dengan Data Link Layer pada OSI model
3. The Packet Level mendeskripsikan data transfer protocol pada packet switched network. Sesuai dengan Network Layer pada OSI model.

X.25 disetujui pada 1976 dan direvisi pada 1977, 1980, 1984, 1988 and 1992. Saat ini digunakan sebagai interfaces data communication networks terluas di seluruh dunia.

X.25 adalah protocol yang mendefinisikan bagaimana computer (device) pada jaringan public yang berbeda platform bisa saling berkomunikasi. Protocol yang sudah distandarisasi oleh International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T).

Device pada X.25 ini terbagi menjadi tiga kategori:

* Data Terminal Equipment (DTE),
* Data Circuit-terminating Equipment (DCE) serta
* Packet Switching Exchange (PSE).

* Device yang digolongkan DTE adalah end-system seperti terminal, PC, host jaringan (user device).
* Sedang device DCE adalah device komunikasi seperti modem dan switch. Device inilah yang menyediakan interface bagi komunikasi antara DTE dan PSE. Adapun PSE ialah switch yang yang menyusun sebagian besar carrier network. Hubungan antar ketiga kategori ini diilustrasikan pada gambar 2.

Protokol Pada X.25

Penggunaan protokol pada model standar X.25 ini meliputi tiga layer terbawah dari model referensi OSI. Terdapat tiga protokol yang biasa digunakan pada implementasi X.25 yaitu:

* Packet-Layer Protocol (PLP),
* Link Access Procedure, Balanced (LAPB)
* Serta beberapa standar elektronik dari interface layer fisik seperti EIA/TIA-232, EIA/TIA-449, EIA-530, dan G.703.

Lapisan-lapisan X25

Layer 1:

* Physical Layer bekerja dengan elektris atau sinyal. Didalamnya termasuk beberapa standar elektronik seperti is V.35 , RS232 and X.21.

Layer 2:

* Data Link Layer, pada X.25 diimplementasikan ISO HDLC standar yang disebut Link Access Procedure Balanced (LAPB) dan menyediakan link yang bebas error antara dua node yang secara fisik terkoneksi. Error ini akan dicek dan dikoreksi pada tiap hop pada network.
* Fasilitas inilah yang membuat X.25 handal, dan cocok untuk link yang noisy, cenderung punya banyak error.
* Protocol modern seperti Frame Relay atau ATM tidak punya error correction dan hanya memiliki basic flow control. Mereka merngandalkan protokol pada level yang lebih tinggi seperti TCP/IP untuk menyediakan flow control dan end-to-end error correction.

Layer 3:

* Network Layer yang mengatur komunikasi end-to-end antar device DTE. Layer ini mengurus set-up dan memutus koneksi serta fungsi routing dan juga multiplexing.

Implementasi X.25

* Contoh cara mengkonfigurasi X.25 dengan perintah encapsulation pada cisco router:
* Router(config)#int s0
* Router(config-if)#encap x25
* Router(config-if)#x25
adddress dengan metode X.121
* Router(config-if)#x25 ips <16-4096> ips adalah input packet size
* Router(config-if)#x25 win <1-127> win adalah window size
* Beberapa perintah yang dapat digunakan untuk memeriksa konfigurasi X.25 antara lain:
* Router#show x.25 map menampilkan peta alamat x.25
* Router#show x.25 route menampilkan tabel routing x.25
* Router#show x.25 vc menampilkan daftar SVC dan PVC aktif
* Router#show x.25 remote-red tampil mapping lokal&remote IPaddress

0 Comments:

Post a Comment



>>>>Salju Kunig